Tampilkan postingan dengan label Berita Gereja. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Berita Gereja. Tampilkan semua postingan

12 Okt 2012

ARTIKEL DAN BERITA GEREJA TERKINI

Anda mau memuji Tuhan bersama Bintang di Langit dan Ikan Paus ?

Anda akan terkesima mendengar, bahwa Semesta Alam pun bernyanyi memuji Tuhan.  Bukan itu saja, para penghuni lautan dalam pun memuji Tuhan dengan suara mereka.  Saksikanlah ini !



 

BIBLE MINISERIES VIDEO - Anda dapat menyaksikan kisah-kisah dan peristiwa dari Tokoh-tokoh Alkitab, mulai dari Abraham, Nuh, Musa, Yosua sampai Yesus Kristus.
Mini-seri The Bible yang ditayangkan History Channel bukan hanya memecahkan rekor jumlah pemirsa, tapi juga mengajarkan hal-hal baru seputar Alkitab kepada penonton.

Mini-seri yang diproduseri oleh pasangan suami istri Mark Burnett dan Roma Downey ini berhasil memecahkan rekor rating penonton semenjak tayangan perdananya 3 Maret 2013 lalu.  Mengetahui setiap kebenaran yang terdapat di Alkitab dapat dilakukan melalui berbagai cara, salah satunya media televisi. Kiranya mini-seri The Bible bukan hanya menjadi hiburan, tetapi sebagai alat untuk mengubah paradigma dan hidup setiap pribadi yang menyaksikannya.


GAGAL ?  MUNGKIN AWAL DARI KESUKSESAN ANDA - Kerap kali kita melihat kegagalan dari sisi negatifnya saja. Tapi tanpa kita sadari banyak hal positif dalam hidup kita yang justru diawali dengan kegagalan. Sering kali kegagalan yang kita alami justru menjadi titik balik yang luar biasa didalam hidup kita. Mari kita tinjau kebelakang lagi dan lihat kembali perjalanan hidup kita. Bukankah semua kesuksesan yang kita alami hari ini justru tercipta dari sebuah kegagalan yang pernah kita alami? Sejarahpun banyak membuktikannya.  ( ....Read more )


Waspada Terhadap Penyakit Rohani Ini
Kita sebagai gereja punya peranan yang sangat besar, peranan penting. Setan ingin menghancurkan kita sebagai orang benar dengan apa yang saya sebut sebagai penyakit rohani. Apa saja penyakit rohani tersebut ?
( ...Read more )




Manusia Kian Tak Percaya Tuhan
Perkembangan ilmu pengetahuan makin pesat dan zaman kian modern. Alhasil, para ilmuwan sudah banyak menyingkap misteri alam semesta.

Rupanya makin banyak semua hal bisa dapat dicapai dengan nalar, bertambah pula manusia mengagungkan rasionalitas mereka. Akibatnya, stasiun televisi Al Arabiya melaporkan, seperti hasil survei lembaga jajak pendapat WIN Gallup Agustus tahun lalu, orang tidak percaya Tuhan terus bergerombol. Kaum ateis di seantero dunia naik tujuh persen dan pertumbuhan paling cepat berlangsung di Prancis.    ( ...Read more )


MOHON TUNGGU  ARTIKEL DAN BERITA  SELANJUTNYA.........

2 Jul 2012

Jemaat HKBP Setu Rayakan Jumat Agung Diantara Puing Gereja


Hari Jum'at 29 Maret 2013, umat Kristiani memperingati Jumat Agung, hari dimana Yesus Kristus mati di kayu salib untuk menebus umat manusia dari dosa, termasuk jemaat gereja Huria Kristen Batak Protestan (HKBP) Desa Taman Sari Kecamatan Setu Kabupaten Bekasi. Hanya saja mereka terpaksa beribadah di ruang terbuka.

Ibadah yang dipimpin oleh Pendeta Advent Leonard Nababan itu diikuti sekitar 300 jemaat dengan dijaga ketat oleh sejumlah personel Polisi.

"Kami lebihkan menjadi 30 orang anggota di dalam maupun, di luar jalan raya Setu ditambah 160 anggota dari Polresta Kabupaten Bekasi,"  demikian jelas Kapolsek Setu AKP Sumarwoto.

Selain itu, menurut keterangan AKP Sumarwoto pihaknya telah meminta ormas yang selama ini menekan HKBP Setu untuk tidak mengganggu jalannya peribadatan.

"Ibadah perayaan Paskah di HKBP Taman Sari berlangsung kondusif. Karena kami sudah imbau kepada ormas tersebut untuk sama-sama membuat tenang saat berlangsungnya Ibadah Paskah di HKBP taman sari," tambahnya.

Hari ini, Jumat (29/3), ratusan jemaat HKBP Taman Sari mengingat kembali penderitaan Kristus yang mati di kayu salib di depan puing-puing gerejanya. Hal itu tentu sangat menyedihkan, namun Rasul Petrus pernah menasihatkan kepada jemaat : Tetapi, jika ia menderita sebagai orang Kristen, maka janganlah ia malu, melainkan hendaklah ia memuliakan Allah dalam nama Kristus itu. (I Petrus 4:16). Sebab penderitaan yang saat ini dialami akan mendatangkan kemuliaan kekal dan jauh lebih besar dari penderitaan itu sendiri.

Sumber : Okezone.com | Puji Astuti  -  jawaban.com



Baca juga artikel lainnya :


1 Jul 2012

Robohnya Gereja Kami


TEMPO.CO, Bekasi - Robohnya Gereja kami - Air mata Benlina Ompusungu, 36 tahun, mengalir deras saat melihat mobil alat berat merobohkan tembok gereja yang baru dipugar tiga bulan terakhir, Kamis 21 Maret 2013. Sesekali, perempuan bertubuh mungil itu mengais pasir sisa-sisa reruntuhan tembok dalam gempalan tangannya.

Boru Lina, begitu ia disapa, merupakan satu dari ratusan jemaat Gereja Huria Kristen Batak Protestan di Desa Taman Sari, Kecamatan Setu, Kabupaten Bekasi. Dia bersama suami dan putrinya menentang keras tindakan Pemerintah Kabupaten Bekasi selaku eksekutor perobohan tempat peribadatan yang dihuninya sejak medio 2005. "Kami hanya ingin beribadah. Kami bukan penjahat," ujar dia saat melepas pasir dalam gumpalan tangannya.

Raut kesedihan Lina pun seakan hampa, karena tidak digubris oleh puluhan anggota Satuan Polisi Pamong Praja Kabupaten Bekasi yang mengawal proses pembongkaran gereja. Hingga akhirnya, perempuan itu dirangkul oleh kerabat jemaat lainnya, sambil mengusap matanya yang lebam akibat tangisan untuk menyingkir dari puing-puing pembongkaran rumah ibadah yang dikenal Gereja HKBP Setu.

Eksekusi pembongkaran gereja sebetulnya berlangsung alot. Jemaat tidak menerima tempat peribadatan yang sudah berdiri sejak medio 1999 itu dibongkar. Lina bersama puluhan jemaat perempuan lainnya juga sempat menahan mobil alat berat itu untuk tidak melaju ke area gereja. Di lain sisi, puluhan jemaat lelaki meminta pihak pemerintah bermusyawarah untuk tidak langsung mengeksekusi pembongkaran.

Masalah yang membuat pemerintah daerah membongkar paksa bangunan Gereja HKBP Setu berpangkal pada proses perizinan pendirian bangunan. Gereja yang dipimpin Pendeta Advent Leonard Nababan itu diketahui tidak mempunyai izin mendirikan bangunan, untuk perluasan dan pemugaran. Adapun pihak pemerintah mengaku tidak pernah melarang jemaat untuk beraktivitas ibadah.

Pembangunan Gereja HKBP Setu dilakukan karena jumlah jemaat yang semakin bertambah setiap tahunnya. Sebelumnya, rumah ibadah itu hanya berbentuk sebuah bilik satu lantai, beratap asbes, dan berlantai tanah. Di dalam bangunan seluas 400 meter persegi itu pun berdiri sebuah mimbar peribadatan dan puluhan bangku untuk jemaat. Para jemaat pun meminta bangunan gereja dijadikan permanen, dan diperluas 20x16 meter persegi dengan dua lantai.

Panahatan Siregar, 45 tahun, jemaat sekaligus sekretaris panitia pembangunan dan perizinan gereja, mengaku telah mengurus perizinan untuk perluasan bangunan tempat beribadahnya. Itu dari pengurusan izin lingkungan yang diambil dari persetujuan lebih dari 60 warga sekitar lokasi gereja. Namun, kata dia, proses perizinan itu pun kerap dimentahkan di tingkat kepala desa karena diklaim persetujuan lingkungannya tidak laik.

Padahal, Siregar memastikan bahwa pihak yang menyetujui perizinan lingkungan itu benar warga Kecamatan Setu, Kabupaten Bekasi. Dia juga mengklaim sebagian besar jemaat HKBP Setu merupakan warga wilayah setempat. "Kepala Desa selalu mementahkan dengan cara memverifikasi faktual. Seharusnya itu bukan urusan dia," ujarnya.

Mantan Camat Setu, Beni Saputra, mengatakan upaya penempuhan perizinan gereja sempat dua kali diterimanya sebelum dia menanggalkan jabatanya pada November 2012 dan Januari 2013. Namun, prosesnya hanya hingga sampai tingkat kepala desa karena diketahui izin lingkungannya tidak mencukupi ketentuan Surat Keputusan Bersama 2 Menteri. "Kalau dilihat dari yuridis formal, ya gereja itu belum punya imb," kata dia.

Kepala Bidang Penegakkan Peraturan Daerah, Satpol PP Kabupaten Bekasi, Agus Dahlan mengatakan, eksekusi pembongkaran gereja sesuai dengan keputusan Musyawarah Pimpinan Daerah, dan surat perintah dari Bupati Neneng Nurhasanah Yasin. Dia mengklaim, tidak ada pelarangan aktivitas ibadah kepada jemaat HKBP Setu. Sebagai eksekutor, Satpol PP hanya merobohkan bagian bangunan yang tak berizin. "Kami tidak membongkar sebelumnya, karena memiliki izin. Namun izin hunian, bukan tempat beribadah."

Eksekusi pembongkaran Gereja HKBP Setu juga sempat molor dari jadwal yang ditetapkan Pemerintah Kabupaten Bekasi pada pukul 09.00 WIB. Molornya eksekusi dikabarkan karena terkendala penyewaan mobil alat berat. Satu unit //excavator// milik pengelola Tempat Pembuangan Akhir Sampah Burangkeng pun disewa sebagai eksekutor pembongkaran gereja, dan tiba di lokasi pada pukul 12.15 WIB.

Meski sempat alot dan molor, bangunan gereja itu akhirnya dirobohkan setelah sempat tertahan selama dua jam. Pimpinan jemaat, Pendeta Advent sebelumnya juga berkomunikasi dengan pihak pemerintah untuk membatalkan pembongkaran. Namun upaya itu tak mendapat tanggapan. "Pemerintah sudah melakukan pembongkaran secara prosedural," ujar Wakil Bupati Rohim Mintareja, saat dihubungi Tempo.

Sebelum aksi pembongkaran berlangsung, massa yang tergabung dalam Forum Umat Muslim Tamansari juga sempat menggelar unjuk rasa di Jalan Raya Setu, sekitar 700 meter dari lokasi gereja. Massa itu pun mendapat pegamanan oleh kepolisian, guna mengantisipasi adanya konflik. Sedkitnya 270 personel kepolisian dan 30 anggota Tentara Nasional Indonesia diterjunkan untuk mengamankan eksekusi pembongkaran gereja. Kini, para jemaat HKBP Setu hanya bisa meratapi puing-puing bekas dinding gereja yang terbongkar.

MUHAMMAD GHUFRON

30 Jun 2012

Jemaah Pentakosta Sumedang Dipaksa Tutup Gereja

Bandung - Jemaat Gereja Pentakosta Indonesia di Desa Mekargalih, Kecamatan Jatinangor, Kabupaten Sumedang, terpaksa menghentikan sementara kegiatan ibadah mereka. Sebab, gereja yang berdiri sejak 1987 tersebut belum mendapat izin mendirikan tempat ibadah dari pemerintah setempat.

Camat Jatinangor Bambang Rianto mengatakan, pihak Gereja Pentakosta Sumedang belum memiliki izin mendirikan rumah ibadah. Sedangkan untuk memiliki izin tersebut, pengurus Gereja harus memiliki rekomendasi dari warga sekitar berupa tanda tangan kesepakatan. Tidak jelas mengapa hal ini baru dipersoalkan setelah gereja itu berdiri selam 26 tahun.